sertifikat-website-rev-1.jpg

7 (Tujuh) Langkah Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Unit Manajemen Hutan (IUPHHK-HA)

Berdasarkan Surat Edaran Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. SE.4/PHPL/UHP/HPL.1/3/2020 tanggal 17 Maret 2020 dihimbau kepada Pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) di di seluruh Indonesia termasuk yang berada di Provinsi Maluku agar melaksanakan langkah-langkah pencegahan dan penanganan penyebaran Corona Virus Diseas 19 (Covid-19)  sebagai berikut :

1. Mengadopsi kebijakan yang telah diterbitkan Pemerintah terkait upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang dapat sejalan dengan sekecil mungkin resiko atas proses bisnis dunia usaha.

2. Menyediakan alat pengukur suhu badan dan hand sanitizer dimasing-masing tempat kerja sehingga dapat dimanfaatkan oleh setiap karyawan/ti termasuk mitra kerja (kontraktor).

3. Melakukan sosialisasi kepada karyawan/ti termasuk mitra kerja (kontraktor) terkait tindakan pencegahan sebagai berikut:

a. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

b. Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, dengan tisu ataulengan atas bagian dalam yang tertekuk. Segera buang tisu ketempat sampah yang tertutup dan bersihkan tangan dengan sabundan air atau hand sanitizer.

c. Jaga jarak sosial setidaknya jarak 1 (satu) meter dengan orang lain,terutama dengan mereka yang batuk, bersin, dan demam.

d. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencucitangan.

e. Jika mengalami demam, batuk, dan sulit bemapas, segera cariperawatan medis.

f. Tidak melakukan kegiatan/aktifitas keluar dari perusahaan kecualiuntuk urusan sangat penting.

g. Membatasi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

h. Menghimbau kepada karyawan/ti termasuk mitra kerja(kontraktor) agar mengurangi aktifitas di tempat keramaian.

i. Membiasakan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan,makan makanan yang bergizi dan rutin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Apabila terdapat karyawan/ti termasuk mitra kerja (kontraktor) yang sakit (demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/gejala penyakit pemafasan lainnya), namun tidak memiliki resiko penyakit penyertalainnya (diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik,AIDS, penyakit autoimun, dll), maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan agar melakukan isolasi diri selama 14 (empat belas) hari dan dapat mengajukan surat cuti sakit tidak masuk kerja sampai dinyatakan sembuh. 

5. Jika diduga ada karyawan/ti termasuk mitra kerja (kontraktor) yang terindikasi/terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) agar melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja setempat.

6. Melakukan pengaturan kerja, tidak mengurangi hak-hak dan tidakmelakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap kaiyawan/ti termasuk mitra keija (kontraktor).

7. Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan tetap melaksanakan hak dan kewajibannya sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.