sertifikat fsc-ghl-c-r.jpg

Google Ads 3

Visi, Misi dan Kebijakan - PT Gema Hutani Lestari

Visi perusahaan IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari adalah membangun pengelolaan hutan alam secara lestari dengan menempatkan pemanfaatan sumberdaya hutan dalam keseimbangan antara kelestarian fungsi produksi, fungsi ekologi dan fungsi sosial ekonomi.

Misi perusahaan IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya hutan adalah untuk menjamin kebutuhan pasokan bahan baku hasil hutan secara lestari, meningkatkan keseimbangan dan kelestarian ekosistem serta meningkatkan pemberdayaan sosial dan ekonomi regional.

Sedangkan Kebijakan Perusahaan IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari guna mendukung visi dan misi perusahaan tersebut adalah :

Berupaya mencapai kelestarian fungsi produksi yang menjamin keberlanjutan kelestarian sumberdaya hutan, kelestarian hasil hutan dan kelestarian usaha melalui kepastian dan keamanan kawasan yang diakui oleh seluruh stake-holder, pengaturan hasil yang benar, pembalakan ramah lingkungan yang didukung oleh aliran produksi yang mampu telusur dan pemeliharaan tegakan tinggal.

Berupaya mencapai kelestarian fungsi lingkungan yang menjamin keberalanjutan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan berbagai keanekaragaman hayati asli dan ekosistem melalui pengelolaan lingkungan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya dampak negatif terhadap lingkungan.

Berupaya mencapai kelestarian fungsi sosial yang menjamin keberlanjutan pengelolaan hutan produksi bagi kehidupan masyarakat setempat yang bergantung pada hutan produksi secara lintas generasi dengan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Berupaya mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya dalam rangka mencapai pengelolaan hutan secara lestari, baik skema Mandatory Kementerian Kehutanan RI maupun skema sukarela Forest Stewardship Council (FSC®).

 

 

Susunan Pengurus - PT Gema Hutani Lestari

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Sirkular Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Gema Hutani Lestari Nomor 45 Tanggal 29 Agustus 2017 dari Notaris Anesta Chrisanti, S.H.,M.Kn, Susunan Pengurus PT Gema Hutani Lestari sebagai berikut :

 

Nama
Asep Sudrajat
Franklin William Kayhatu
Dodi Kurnaedi
Mulyono
Jabatan
Komisaris Utama
Komisaris
Direktur Utama
Direktur
Keterangan
Mewakili PT. Inhutani I
 
 
Mewakili PT. Inhutani I

 

 

Pencapaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari - PT Gema Hutani Lestari

Pencapaian kinerja pengelolaan hutan lestari yang telah dicapai oleh IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari didasarkan kepada hasil audit konsultan independen / lembaga sertifikasi terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) maupun Forest Stewardship Council (FSC) yaitu berupa diperolehnya sertifikat sebagai berikut :

Untuk melihat tabel Pencapaian PHPL - PT. Gema Hutani Lestari, klik di sini

 

 

Sejarah Perusahaan - PT Gema Hutani Lestari

Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT Gema Hutani Lestari, sebelumnya merupakan areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Gema Sanubari yang memperoleh izin HPH berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 48/Kpts/ Um/I/1978 tanggal 25 Januari 1978, seluas ± 305.000 Ha, yang berlaku sampai dengan tanggal 24 Januari 1998. Sebelum berakhirnya ijin HPH tersebut, Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Maluku telah mengeluarkan Rekomendasi Perpanjangan Ijin HPH dengan Surat No. 522.111/REK/82/91 tanggal 30 Oktober 1991. Setelah habisnya masa HPH ini pada tanggal 20 Mei 1998 areal ini dicadangkan kembali oleh Departemen Kehutanan dan Perkebunan kepada PT Gema Sanubari (yang berpatungan dengan BUMN PT Inhutani I), dengan SK No. 67/Menhutbun-IV/1998 seluas 175.390 Ha (tidak termasuk Kawasan Lindung seluas 43.448 Ha). Berdasarkan Studi Kelayakan yang dibuat PT Gema Sanubari dengan dasar Citra Landsat tahun 1997 yang telah disetujui Dirjen Pengusahaan Hutan Produksi pada Bulan Nopember 1998, beberapa kesimpulan dan rekomendasi telah dihasilkan antara lain :

Dari luas 175.390 ha yang dicadangkan, yang dapat dijadikan Kesatuan Pengusahaan Hutan Produksi hanya seluas 159.340 ha, terdiri dari Virgin Forest 69.823 ha, Logged Over Area 92.316 ha dan Non Hutan 19.078 ha.

  • Virgin Forest dan Logged Over Area hanya seluas 23,99 % (atau 38.897 ha) dan topografinya agak curam s/d curam.
  • Berdasarkan data potret udara, potensi pohon inti (diameter 20 s/d 49 cm), potensi semai, potensi pancang dan potensi tiang jumlahnya cukup tersedia (sesuai kriteria hutan produktif dan tidak produktif menurut SK Menteri Kehutanan No. 200 Tahun 1995).
  • Sistem silvikultur yang layak untuk dilaksanakan di areal ini adalah sistem TPTI atau tebang pilih.
  • Di antara beberapa problema lapangan yang perlu dicermati antara lain : faktor ketinggian tempat (yang bekisar antara 100-1.500 m dpl) dan topografi lapangan yang sebagian besar tergolong curam.

Pada tanggal 20 Mei 1998 Menteri Kehutanan dan Perkebunan mengeluarkan Surat No. 671/Menhutbun-IV/1998 tanggal 20 Mei 1998 tentang Pengelolaan Areal Eks HPH PT Gema Sanubari, dan No 672/Menhutbun-IV/1998 tentang Persetujuan Prinsip (Pencadangan) HPH ini kepada PT Inhutani I.  Untuk mewujudkan pelaksanaan HPH selanjutnya, PT Gema Hutani Lestari kemudian didirikan patungan antara PT Gema Sanubari, PT Inhutani I, BUMD PD Panca Karya dan Koperasi. Berdasarkan Akta No. 96 tanggal 23 Maret 1999 dari Notaris Ny. Machrani Moertolo SH, Jakarta Pengesahan dari Menteri Kehakiman diperoleh dengan SK. No. 0-9451.TH.01.01.01.TH.99 tanggal 27 Mei 1999.

Pada tanggal 14 Oktober 1999, perusahaan patungan PT Gema Hutani Lestari mendapat ijin HPH definitif berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan : No.: 951/Kpts-II/1999, seluas ± 148.450 ha selama jangka waktu 55 tahun, di Kelompok Hutan Pulau Buru, Propinsi Dati I Maluku. 

Dalam mengusahakan sumber daya hutan alam di Pulau Buru, PT Gema  Hutani Lestari dibentuk  tanggal 23 Maret 1999 sebagai perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan saham sebagai berikut :

  1. PT Gema Sanubari                            =     65,00 %
  2. PT Inhutani I                                       =     20,00 %
  3. BUMD PD.Panca Karya                     =     10,00 %
  4. Koperasi Serba Usaha Likunspera    =       1,25 %
  5. Koperasi Gema Persada Leisela       =       1,25 %
  6. Koperasi Satria Madang Putra           =       1,25 %
  7. Koperasi Gema Usaha                       =       1,25 %

Dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan, PT Gema Hutani Lestari senantiasa didasarkan pada Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disahkan. Untuk dapat melihat data rencana dan realisasi produksi dari tahun 2000 - 2019 dapat Klik Disini.

Strategi Pengelolaan Hutan Lestari - PT Gema Hutani Lestari

Pengelolaan hutan lestari mengandung makna bahwa pengelolaan hutan dan pemanfaatan hutan harus dilandasi oleh kemampuan daya dukung sumberdaya hutannya sendiri, pemahaman dan kemampuan mengidentifikasi jenis industri dan memahami perilaku bisnisnya.

Hal tersebut berarti bahwa agar sasaran pengelolaan dan pemanfaatan hutan lestari bisa tercapai diperlukan strategi yang efektif di dalam implementasinya di lapangan.

Strategi Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan 

Menerapkan sistem silvikultur terpilih yang dapat menjamin kelestarian produksi dalam arti terjaminnya pasokan kebutuhan hasil hutan berupa kayu bulat.

Menerapakan pengaturan hasil berdasarkan kemampuan daya dukung sumberdaya hutan yang ada dengan menerapkan jatah produksi (AAC) secara baik dan ketat.

Menerapkan sistem pemanenan hasil yang mempertimbangkan aspek konservasi tanah dan air (Reduced Impact Logging/RIL) serta penggunaan peralatan berat dalam pemanenan yang efektif dan efisien sehingga diharapkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan seminimal mungkin.

Strategi Pengelolaan Ekosistem Hutan

Meningkatakan peranan dan potensi kawasan konservasi dan pelestarian plasma nutfah, seperti Kebun Bibit (insitu dan eksitu), areal pelestarian plasma nutfah, areal pelestarian/pengungsian satwa liar dengan menjaga dan menjamin keberadaan lokasi-lokasi kantong satwa secara ketat dan baik.

Menerapkan pelaksanaan Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) secara tertib, terukur dan rasional.

Menjaga kelestarian ekosisitem hutan dan perambahan liar, perladangan dan kebakaran hutan dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan instansi terkait.

Strategi Pengelolaan Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat

Menerapkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan dengan meningkatkan peran serta masyarakat, koperasi dan instansi terkait.

Meminimalkan potensi konflik tata batas dengan tanah adat melalui identifikasi, deliniasi dan pemetaaan tanah adat yang dilakukan secara partisipatif.

Strategi Pengelolaan Kemapanan dan Kemandirian perusahaan IUPHHK-HA

Menerapkan pengelolaan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul dan produktif, dengan meningkatkan kualitas profesionalime sumberdaya manusia melalui pelatihan/pendidikan yang terkait, penjenjangan dan penghargaan berkarir serta "quality control" yang baik.

Meningkatkan efektifitas, efisiensi dan produktifitas kerja perusahaan dengan menerapkan Standard Operating Procedures (SOP) pada semua jenis kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan hutan, serta melakukan penilaian dan evaluasi berkala terhadap efektifitas, efisiensi dan produktifitas kerja personil perusahaan.

Menerapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang cepat, akurat, dan terukur, dalam kaitannya dengan manajemen perencanaan, manajemen operasional serta monitoring dan evaluasi.

 

 

Google Ads 1